Minggu, 10 Januari 2016

PLN dan Pertamina Sepakati Harga Uap dan Listrik Panas Bumi

08 Jan 2016 18:27

×Powered By shopperz27072015JAKARTA - PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) menyepakati harga jual beli uap dan llistrik panas bumi untuk Kamojang 1-4 dan Lahendong 1-4.

Kesepakatan harga tersebut dilakukan oleh Direksi PLN dan Direksi Pertamina yang difasilitasi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.

Besaran harga untuk uap panas bumi yang akan dialirkan ke PLTP Kamojang 1,2, dan 3 disepakati sebesar US$0,06 per kWh, sedangkan listrik untuk PLTP Kamojang 4 sebesar US$0,094 per kWh.

Demikian juga untuk harga uap yang dipasok ke PLTP Lahendong 1, 2, 3, dan 4 disepakati sebesar US$0,06 per kWh.

Besaran harga tersebut mengacu pada harga listrik panas bumi dari PLTP Kamojang 5 yang sudah diverifikasi oleh BPKP, yakni sebesar US$0,094 per kWh. Kesepakatan ini akan ditetapkan dalam kontrak baru.

Kesepakatan yang difasilitasi oleh Kementerian BUMN ini tentu sangat positif untuk pengembangan panas bumi di masa mendatang, khususnya untuk mencapai target pemanfaatan EBT dalam bauran energi pada 2025 yang ditetapkan pemerintah sebesar 23%.

PLN dan Pertamina mengapresiasi kesepakatan yang telah terjadi, kesepakatan ini sekaligus menunjukkan komitmen kedua belah pihak dalam usaha mencukupi kebutuhan energi listrik untuk masyarakat.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan bisa memberikan kemanfaatan yg sebesar besarnya bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan cita-cita PLN dan Pertamina untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat

Premium dan Pertamax Meningkat Penyaluran BBM Berjalan Normal

JAKARTA - Realisasi penyaluran Premium dan Solarper 7 Januari berjalan normalbahkan terpantau di atas rata-rata penyaluran harian.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan realisasi penyaluran Premium kemarin mencapai 92.595 KL atau sekitar 19% di atas rata-rata penyaluran harian. Adapun, katanya, penyaluran Solarsekitar 60.930 KL atau ada pada level normal.

"Secara nasional penyaluran BBM berjalan dengan normal dan baik ditengah peningkatan konsumsi pascapenurunan harga. Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa BBM cukup tersedia," tutur Wianda.

Wianda juga mengungkapkan ketahanan stok BBM nasional saat ini masih berada dikisaran 24 hari, atau di atas rata-rata normal antara 20-22 hari. Menurut dia, peningkatan stok BBM tersebut memang dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi pascapenurunan harga.

"Peningkatan konsumsi tidak hanya terjadi pada Premium, tetapi juga Pertamax yang penyalurannya kemarin meningkat sekitar 24%," terang Wianda.

Saat ini, ketahanan stok Premium di kisaran 19 hari, Solar 28 hari, Pertamax 30 hari,Pertamax Plus dan Pertamina Dex masing-masing 82 dan 45 hari.

Pasokan BBM Sumbagut Aman, Kapal Tanker BBM Pertamina Selamatkan 25 Nelayan di Perairan Medan

09 Jan 2016 18:10
JAKARTA - 25 nelayan berhasil diselamatkan awak kapal tanker sewa PT Pertamina (Persero) MT John Caine setelah kapal motor (KM) Sri Makmur yang mereka tumpangi alami kebocoran.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan 25 nelayan di atas KM Sri Makmur yang berniat mencari ikan di perairan Belawan, Medan di sekitar 7 mil dari daratan mengalami kebocoran di lambung kapal dan kehilangan kendali pada Jumat, (8/1) malam (lihat kronologis). Upaya awak KM Sri Makmur untuk membuang air keluar tidak membuahkan hasil.

"Pada saat itu, MT John Caine sedang berlabuh di perairan tersebut sampai diketahui KM Sri Makmur merapat ke kapal tanker di lambung kanan. Nahkoda MT John Caine melakukan komunikasi dengan awak KM Sri Makmur dan bergegas membantu evakuasi 25 nelayan tersebut sehingga selamat ke atas MT John Caine," ungkap Wianda.

Seluruh penumpang KM Sri Makmur berhasil diselamatkan sekira pukul 20.05 WIB.  Sekitar pukul 22.00 WIB, kapal nelayan tersebut mulai hanyut dan tenggelam.

Kapal MT John Caine merupakan kapal sewa Pertamina untuk mengangkut Solar sebanyak 21.000 KL dari Dumai, Provinsi Riau untuk Belawan, Medan. Adapun,pasokan BBM untuk Sumatera Bagian Utara dalam tiga hari terakhir naik sekitar 40%, bahkan peningkatan mencapai di atas 60% dari rata-rata pasokan normal di Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam.

Normal rata-rata pasokan untuk Sumbagut meliputi Premium 11.300 KL/ hari dan Solar 6.600 kl/hari. Adapun, stok saat ini mencapai sekitar 121.000 KL untuk Premium dan 208.144 KL untuk Solar, yang berarti sangat aman.

"Kami juga membuka operasional TBBM 24 jam dqn menambah armada mobil tangki dari industri untuk melayani kebutuhan BBM masyarakat," tutup Wianda.


Kronologis Singkat Penyelamatan:

Nama nakhoda MT John Caine M. Irwan.
Bobot MT John Caine 18,000 DWT
Muatan Solar 21,000 KL (ex Dumai) menuju Belawan.
  • MT John Caine sedang berlabuh sekitar 7 mil dari daratan Belawan pada 7 Januari 2016 pukul 19:00 WIB menunggu antrian bongkar muatan.
  • Pada  08 Januari sekitar pukul 19:30 terdapat KM Sri Makmur terombang-ambing terlihat dari lampu suar dan merapat ke lambung sebelah kanan MT John Caine. Setelah berkomunikasi dengan awak kapal diketahui KM Sri Makmur mengalami kebocoran lambung & pada saat itu air sudah berada di bibir haluan/dek kapal.
  • Pukul 20:00 WIB nakhoda MT John Caine menurunkan tali untuk mengikat kapal & menurunkan tangga evakuasi penumpang kapal MT Sri Makmur sebanyak 25 orang.
  • Karena kerasnya arus dan beratnya kapal yang mulai tenggelam, tali yang semula ditahan oleh awak kapal MT John Caine terpaksa dilepaskan, dan KM Sri Makmur mulai bergerak menjauh dan sekitar pukul 22:00 WIB tidak terlihat lampu suar KM Sri Makmur (kemungkinan tenggelam).
  • Tidak ada nelayan yang mengalami luka/cedera. Pada pukul 23:30 WIB ada kapal nelayan dari perusahaan pemilik KM Sri Makmur yang menjemput penumpang ke MT John Caine.